Sabtu, 13 April 2013

Take Me Away to BRAGA

Take Me Away
JL. Braga
Kali ini saya bersama-sama teman workshop Creative Academy menelusuri Jl. Asia Afrika dan JL.Braga Bandung. Niatnya sih hunting foto sama om Jerry Aurum (professional photographer), karena kita semua sudah dipinjemin camera DSLR, tapi ternyata kenyataannya berbeda. kita tidak hunting bareng tapi hunting sendiri-sendiri. gak tau kenapa.. mungkin karena keindahan bangunan di Braga membuat mata tidak berhenti berkedip.

Jendela Exsport
Mendengar nama Braga pasti kita semua sudah mengenalnya. Braga sangat dikenal dengan bangunan bersejarahnya. kalau istilah asingnya itu "bangunan Art Deco". Berada di Braga serasa berada di suatu tempat yang bisa membawa kita kembali ke masa tahun 1950-an. Berada di Braga dapat memberikan sebuah kenangan kita kepada masa penjajahan Belanda. Berada di sana bisa memberikan suatu rasa tertentu pada kota Bandung.

Oke, biar gak dibilang banyak ngomong, saya langsung saja memulai perjalanan di Braga. semoga teman-teman bisa menikmatinya.

Hal yang pertama saya dokumentasikan setelah landing (baca:tiba) di samping sungai Cikapundung adalah atap dari sebuah bangunan yang menurut mata hati saya sangat menarik dan indah. Angle yang sederhana namun bisa memberikan sebuah makna tertentu bagi saya.

Sebuah gedung yang diberi nama "Puwnten" Paguyuban Warga Banten. Sekitar tahun 2009, bangunan tersebut kurang terawat (tidak seindah sekarang). Namun sekarang bangunan tersebut sangat indah dan terawat dan menampilkan sebuah sisi "Art Deco" peninggalan Belanda.

Gedung PuWnten

Objek kedua yang saya capture dari camera saya adalah jendela dari Gedung Merdeka di Jl. Asia Afrika. Bagi saya, jendela ini sangat menarik. Banyak yang berkunjung kesana hanya untuk sekedar narsis dan self potrait, namun ada juga yang menyempatkan diri untuk memasuki museum konferensi Asia afrika tersebut untuk menambah ilmu pengetahuan kita tentang sejarah yang khususnya tentang konferensi Asia Afrika.
Jendela Braga

sisi lain dari gedung merdeka yang saya abadikan.
Gedung Merdeka


Pintu Braga

setelah muter-muter di sekitaran Gedung Merdeka dan Konferensi Asia Afrika, saya lanjut ke Jl. Braga. Di Jl. Braga kita bisa melihat beberapa aktifitas manusia, mulai dari berfoto, ada yang ngamen, ada yang melukis dan ada juga penjual lukisan, ada penjual pernak pernik, terus ada juga yang hanya sekedar nongkrong untuk menikmati suasana indahnya Jl. Braga. Namun, dimata saya ada hal yang sangat menarik selain itu semua, yaitu bangunan-bangunan dengan nuansa Art Deco. Mata saya mulai merasakan nikmatnya melihat keindahan-keindahan dari bangunan tersebut. Memandanginya dari sudut pandang yang berbeda, membuat saya tartarik untuk mengabadikannya melalui lensa camera saya.


Gedung Gas

Pintu Braga 2

Tan De Bekker

Celebrate of Color

KOFFIEHUIS

Jendela Braga

Seperti To Cool

okee, itulah beberapa hasil jepretan saya selama 1 jam di Braga. satu lagi hal yang ingin saya sampaikan, di Braga, selain melihat historical dari braga itu sendiri, Braga juga memberikan nuansa romantis kepada kita yang berkunjung kesana dengan kekasih yang kita cintai.

mudah-mudah dengan tulisan dan beberapa foto saya ini, banyak teman-teman yang ingin sekali berkunjung ke kota Bandung dan khususnya ke Jl. Braga, dan semakin bergairah untuk mengunjungi tempat-tempat diseluruh Indonesia.