
SEBANYAK 1.037.682 pelajar dan mahasiswa di Indonesia diketahui telah mengkonsumsi narkotik dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba). Angka itu merupakan 32 persen dari total 3,2 juta pengguna narkoba secara nasional.
Angka itu diketahui berdasarkan survei yang dilakukan Badan Narkotika Nasional dan Universitas Indonesia, Jakarta. Survei dilakukan terhadap 73.842 pelajar dan mahasiswa di 33 provinsi di Indonesia. Survei itu menyimpulkan faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba semakin sulit diketahui. Sebab, penyalahgunaan dan peredaran narkoba itu bergerak dari persoalan individu, keluarga, hingga lingkungan serta merupakan strategi para bandar dalam meraih keuntungan bisnisnya.
"Dalam survei itu juga diketahui bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika dalam satu tahun terakhir mencapai 5,3 persen. Artinya dalam setahun terakhir, di antara 100 pelajar dan mahasiswa, terdapat lima pemakai narkoba!"
Penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak alasan mengapa banyak yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini kemudian tidak mampu melepaskan diri lagi. Alasannya antara lain:
1. hal ini sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup masa ini
2. dibujuk orang agar merasakan manfaatnya
3. ingin lari dari masalah yang ada, untuk merasakan kenikmatan sesaat
4. ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti
..dan mungkin masih banyak alasan lainnya.
Adapun akibat dari penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.
Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.
Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.
Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.
Wah, gimana kalo sampe 10-20 tahun ke depan yah? Serem juga. Yuk kita ikutan kampanye anti narkoba.
MARI KITA SELAMATKAN GENERASI MUDA, KENALI DAN JAUHI NARKOBA !!! KARENA SESEORANG YANG TELAH KETERGANTUNGAN TERHADAP NARKOBA TIDAK AKAN BISA KEMBALI LAGI DALAM TAHAP KEHIDUPAN SEBELUMNYA.
Mana pilihan Anda ??? MATI atau MERDEKA dari NARKOBA !!!
Inilah organ-organ yang yang dipengaruhi narkoba



